Tuesday, February 8, 2011

10 Pengaturan Penting untuk Privasi Facebook Anda




Baik, mungkin sebagian orang menganggap hal ini sepele. Atau, bisa jadi hanya karena belum tahu caranya karena memang agak rumit. Ketika pada akhirnya muncul pertanyaan-pertanyaan, seperti: Kenapa semua orang bisa melihat profil saya? Kenapa mereka bisa mengomentari foto privasi saya? Kenapa seseorang bisa mengecek keberadaan saya? Dan sebagainya. Nah, temukan jawabannya di sini.

Pengaturan privasi Facebook sangat rinci, memberikan Anda kemampuan untuk menyempurnakan aspek-aspek privasi dari hampir setiap bagian kecil dari akun Facebook Anda. Sayangnya, untuk sebagian besar pengguna, tingkat manajemen mikro membuat pengaturan privasi Facebook berbelit-belit.

Bahkan lebih buruk lagi, pengaturan ini sering berubah-ubah sendiri. Anda mungkin berpikir Anda tahu segalanya, hanya dengan melihat lay out yang benar-benar berbeda dan banyak pilihan baru saat Anda mengunjungi halaman pengaturan privasi Facebook, yang menyeramkan bagi sebagian orang.

Jadi, apa yang Anda lakukan ketika Anda punya lebih dari 170 pilihan untuk dipilih? Sebaiknya, Anda berfokus pada pilihan paling penting. Apa saja? Berikut 10 pengaturan penting privasi Facebook yang bisa Anda coba terapkan. Catatan: acuan ini menggunakan aplikasi Facebook berbahasa Inggris, Anda bisa menyesuaikan dengan bahasa yang Anda pakai.

1. Berbagi di Facebook

Langkah: Account > Privacy Settings > Sharing on Facebook


Mengendalikan bagaimana Anda berbagi konten cukup rumit dan mungkin membuat pusing, tapi hal itu penting, Anda dapat melihat dengan baik di pengaturan dan memutuskan sendiri apa yang Anda inginkan untuk berbagi dan dengan siapa.

Facebook memberikan Anda jalan keluar yang mudah: Anda dapat berbagi konten dengan Semua Orang (Everyone), Teman dari Teman (Friends of Friends), atau hanya teman saja (Friends Only). Namun, jika Anda menggunakan daftar/list (lihat item nomor 8 di bawah), memungkinkan Anda menyesuaikan pengaturan dan menetapkan jenis konten tertentu yang bisa terlihat oleh orang di beberapa daftar/list Anda, dan tidak terlihat oleh orang lain. Misalnya, hanya teman-teman dekat Anda yang bisa melihat semua foto Anda, sedangkan untuk rekan bisnis hanya dapat melihat beberapa foto saja.

Penting untuk diperhatikan, pilihan "Pratinjau Profil Saya" memungkinkan Anda melihat profil Anda sebagaimana orang lain akan melihatnya. Mengatur semua opsi secara tepat terkadang rumit. Jika Anda ragu, tunda pilihan ini.

2. Pengaturan Foto

Langkah: Account > Privacy Settings > Sharing on Facebook > Customize Settings > Edit album privacy for existing photos


Pengaturan untuk “berbagi konten di Facebook” bisa berbahaya karena hal itu tidak selalu berlaku untuk semua foto yang ada. Anda perlu mengklik pengaturan “Edit album privacy”, Anda dapat memeriksa album-album foto lama Anda dan mengubah pengaturan privasi masing-masing, termasuk foto-foto wall Anda.

3. Cek Tempat

Langkah: Account > Privacy Setting > Sharing on Facebook > Customize Settings > Friends can check me in to Places


Pengaturan lain di bawah “Berbagi di Facebook” juga sangat penting dan sering terjadi tanpa disadari, karena memungkinkan teman Anda mengecek tempat dimana Anda berada. Menemukan orang lain yang mengatakan kepada dunia di mana Anda berada bisa menjadi tidak menyenangkan dan bahkan berbahaya dalam beberapa kasus. Jika Anda ingin menghindarinya, nonaktifkan fitur ini.

4. Tersambung di Facebook

Langkah: Account > Privacy Settings > Connecting on Facebook


Pengaturan privasi untuk berbagi konten di Facebook terpisah dari pengaturan “Tersambung di Facebook”, yang pada dasarnya berbagi informasi tentang diri Anda: foto Anda, jenis kelamin, umur, pendidikan, kampung halaman, dan lain-lain.

Lebih lanjut, pengaturan ini menentukan bagaimana orang dapat menemukan Anda di Facebook. Bisakah mereka melakukannya hanya dengan mencari nama Anda? Bolehkan siapapun menambahkan Anda sebagai teman, dan mengirimkan pesan?

Di sini Anda dapat mengubah pengaturan tersebut ke hanya Teman Saja (Friends Only), Teman dari Teman (Friends of Frieds), Setiap Orang (Everyone) atau menyesuaikannya menurut selera Anda. Misalnya, jika Anda terganggu oleh pesan-pesan anonim yang terlalu banyak, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengaturnya hanya teman-teman Anda yang bisa mengirimkannya. Hati-hati, jika Anda mengatur pengaturan privasi terlalu ketat, orang lain akan sulit menemukan Anda di Facebook.

5. Aplikasi yang Digunakan

Langkah: Account > Privacy Settings > Apps and Websites > Apps You Use


Satu lagi pengaturan menjengkelkan, yang berarti Anda harus menyusuri puluhan aplikasi dan menghapus atau mengedit pengaturan privasi untuk setiap aplikasi. Sebaiknya, hapus semua aplikasi yang tidak Anda gunakan (Jika Anda tidak ingat apa saja, berarti Anda tidak memerlukannya), dan hati-hati meninjau hak akses yang telah Anda berikan pada setiap aplikasi. Sebagai contoh, beberapa aplikasi untuk postingan di Wall Anda, meskipun mereka tidak memerlukan pilihan untuk menggunakan.

6. Personalisasi Instan

Langkah: Account > Privacy Settings > Apps and Websites > Instant Personalization


Facebook baru saja menambahkan sebuah paket fitur baru yang memungkinkan website seperti Pandora dan Docs.com mengakses beberapa informasi pribadi Anda dan menggunakannya untuk mempersonalisasi pengalaman Anda secara instan. Pada dasarnya, fitur ini memungkinkan situs pihak ketiga mempersonalisasi pengalaman Anda, yang bisa menyenangkan, tetapi juga memungkinkan akses ke data pribadi Anda.

Anda dapat memilih keluar dari Personalisasi Instan pada masing-masing situs web pihak ketiga. Pandora misalnya, Anda cukup mengklik "Tidak, Terimakasih" ketika mereka memintanya. Namun, di Facebook Anda dapat menonaktifkannya dengan cara tidak mencentang di kotak sebelum "Aktifkan Personalisasi Instan di Situs Web Mitra".

7. Info yang Bisa Diakses Teman-teman Anda

Langkah: Account > Privacy Settings > Apps and Websites > Info accessible through your friends


Di sinilah pengaturan privasi Facebook benar-benar rumit, dan kebanyakan pengguna tidak menyadarinya. Tidak peduli seberapa ketat pengaturan privasi Anda, Anda masih berbagi beberapa konten dan info Anda dengan sekelompok orang, bahkan jika itu hanya teman terdekat Anda. Namun, apa yang Anda bagi dengan mereka tidak selalu berakhir dengan mereka, terutama jika pengaturan privasi mereka lemah. Pada akhirnya, teman-teman Anda mungkin akan berbagi informasi Anda dengan layanan pihak ketiga, yang sebetulnya ingin Anda hindari.

Dengan pengaturan ini, Anda dapat mengatur secara persis informasi apa yang tersedia untuk aplikasi dan situs jika teman-teman Anda menggunakannya.

8. Penelusuran Publik

Langkah: Account > Privacy Settings > Apps and Websites > Public Search

Ketika seseorang mencari Anda pada mesin pencari, mereka akan mendapatkan preview profil umum Anda, tetapi dalam beberapa kasus, bisa sangat mengungkapkan profil Anda. Jika Anda tidak ingin itu terjadi, Anda harus mengaktifkan pilihan "off".

9. Daftar Teman

Langkah: Friends > Edit Friends > Create a List


Jika Anda adalah seorang pengguna Facebook yang tipikalnya memiliki sedikit teman, 130 teman misalnya, kemungkinannya Anda tidak ingin berbagi setiap detil kehidupan Anda dengan semua orang.

Di sinilah Daftar Teman ikut bermain. Dengan membuat daftar/list, misalnya anggota keluarga Anda, teman dekat dan kenalan bisnis, Anda dapat melengkapi rincian yang ingin Anda bagi di setiap list yang telah Anda buat.

Membuat list teman agak membosankan pada awalnya, terutama jika Anda telah memiliki ratusan atau ribuan teman, tapi begitu Anda mengaturnya, mudah untuk menambahkan setiap teman baru ke list tertentu.

10. Mengaktifkan Pengamanan HTTP

Langkah: Account > Account Settings > Account Security > Secure Browsing (HTTPS)


Pengaturan terakhir terkait dengan keamanan dari privasi. Bagaimanapun, jika seseorang meng-hack akun Anda atau mengendus data Anda (yang dapat dengan mudah dilakukan melalui aplikasi seperti Firesheep), semua pengaturan privasi yang ada di dunia tidak bisa membantu Anda untuk melindunginya.

Belum lama ini Facebook mulai memperkenalkan dukungan untuk mengakses situs melalui koneksi HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure), yang secara drastis dapat meningkatkan keamanan bagi pengguna. HTTPS menyediakan kombinasi dari HTTP dan protokol SSL (Secured Socket Layer), yang memungkinkan komunikasi terenkripsi antara komputer Anda dan server web. Tanpa aplikasi itu, Anda bisa saja terendus pada jaringan, misalnya ketika Anda menggunakan Wi-Fi publik untuk mengakses Facebook melalui HTTP biasa, seseorang menggunakan Firesheep yang dipasang untuk Firefox dapat dengan mudah mengambil data Anda. HTTPS membuatnya jauh lebih sulit untuk melakukan itu.

Singkatnya, HTTPS membuat seseorang menjadi jauh lebih sulit terhubung ke jaringan yang sama untuk mengendus password dan data lainnya. Ini membuat Facebook sedikit lebih lambat, dan fitur tertentu tidak bekerja. HTTPS adalah penting untuk keamanan online pada semua layanan web, bukan hanya Facebook. 

Jika pilihan ini belum tersedia untuk Anda, tak perlu khawatir. Facebook berjanji akan meluncurkan fitur ini secara bertahap dalam minggu-minggu ke depan.


Saturday, February 5, 2011

Percakapan Sebagai Negosiasi




Salah satu aspek yang membuat media sosial demikian menarik adalah percakapan yang merepresentasikan budaya dan nilai dari masing-masing komunitas. Ketika tukar menukar informasi mengalir di sekitar publik, terkadang aspek paling menarik justru cerita di balik saluran itu sendiri.

Banyak percakapan paling produktif mungkin telah Anda gunakan untuk memahami orang-orang. Hal itu memungkinkan Anda terhubung satu sama lain dengan cara untuk mendorong pemecahan masalah, memajukan proyek, dan menciptakan peluang untuk langkah atau tindakan selanjutnya.

Jenis percakapan disini berhubungan dengan negosiasi dimana kedua belah pihak atau beberapa pihak berpartisipasi untuk derajat yang bervariasi. Sebagaimana orang-orang terlibat, hasilnya cenderung tak terduga, dan itu adalah hal yang baik.

Jika kita ingin meluangkan hidup kita dengan orang banyak - sebagai individu dan organisasi - belajar bagaimana pendekatan percakapan sebagai sebuah negosiasi bisa menjadi manfaat. Kesan digital kita dan apa yang orang-orang alami dari kita, tersedia untuk ditinjau.

Ketika kita berbicara tentang mendengarkan, terlibat, berbagi, kita menggunakan prinsip-prinsip komunikasi yang baik. Namun tindakan tidak berhenti saat percakapan selesai. Emosi yang dihasilkan sebelum, selama dan sesudah pertukaran informasi menciptakan momentum selanjutnya.

Kita membeli, kita bergabung, dan kita terhubung atas dasar emosi. Lantas, sebagai cara untuk membenarkan diri sendiri dan orang lain atas tindakan kita, kita merasionalisasikan bagaimana kita sampai ke sana. Roger Fisher dalam buku keduanya tentang negosiasi berjudul "Beyond Reason-Using Emotion as You Negotiate" membuat pernyataan:

Kemungkinan besar cara paling ampuh untuk menenangkan emosi seseorang adalah dengan menghargai keprihatinan mereka. Ada tiga unsur dalam menghargai seseorang: Anda ingin memahami sudut pandang orang lain; menemukan manfaat pada apa yang mereka pikirkan, rasakan, atau lakukan; dan mengkomunikasikan manfaat yang Anda lihat.

Model Fisher menggunakan kerangka kerja yang sangat berguna, misalnya kita belajar untuk bernegosiasi kecepatan dan frekuensi pada saat percakapan terjadi di dunia media sosial. Selain itu, kita bisa belajar untuk menjadi lebih efektif dalam mengatasi kontek di mana substansi bisnis berada.

Berikut ini lima hal utama untuk menjadi lebih efektif dalam negosiasi:

1. Apresiasi

Bagaimana Anda dapat memahami sudut pandang orang lain? Menemukan kebaikan/manfaat pada apa yang mereka rasakan dan lakukan? Dan mengkomunikasikan pemahaman Anda melalui kata-kata dan tindakan? Dalam percakapan, nada dan suasana hati datang silih berganti - apakah Anda mendengarkan mereka? Ya, bahkan dalam 140 karakter (Twitter), atau bahkan ketika itu tidak diharapkan. Mencoba menemukan pesan meta, yang merupakan indikasi apakah seseorang sedang mendukung, ambivalen atau resisten (menentang) terhadap ide-ide yang sedang dibahas.

Ini berhasil dalam komunikasi bahkan ketika kita berbicara tentang percakapan pemasaran. Cam Beck memiliki serangkaian postingan bagus tentang membangun hubungan dan iklan, silakan baca "Build Relationships". Apresiasi kontek dan dinamika adalah awal yang baik. Bila Anda peka terhadap orang lain dan bersedia untuk melihat dan menghargai sudut pandang mereka, Anda menginvestasikan waktu dan uang Anda.

2. Afiliasi

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membangun hubungan struktural sebagai kolega/rekan? Pikirkan tentang banyak hubungan peer-to- peer dimana kita terlibat di dalamnya ketika mengambil peranan ke jaringan sosial. Bagaimana Anda bisa membangun hubungan pribadi sebagai orang yang bisa dipercaya? Apakah Anda bijak untuk memahami situasi ketika asumsi berlawanan mendominasi pikiran Anda? Selain itu, cara terbaik untuk bertemu seseorang adalah dengan bertatap muka, meskipun dalam beberapa kasus langka yang bahkan mungkin tidak berhasil.

Contoh baik tentang membangun afiliasi dengan sepenuh hati bisa Anda lihat dalam beberapa postingan Francois Gossieaux di "Emergence Marketing".

3. Otonomi

Semua orang ingin bebas mempengaruhi dan membuat keputusan. Dalam beberapa keadaan keinginan untuk otonomi nampak seperti keinginan untuk menjadi bintang. Mereka bukan satu-satunya dan tidak sama dan mestinya tidak bingung. Individu ingin didengar, untuk mengekspresikan diri mereka sendiri, melihat visi mereka dan berpikir dalam tindakan. Hormati otonomi pelanggan Anda juga. Tom Fishburne mengilhami melalui postingannya “The Fishbowl”. Setiap orang memiliki peran dalam cerita.

4. Status

Ini tentang mengetahui wilayah setiap orang atas status tertentu, termasuk wilayah Anda sendiri. Ketika diperlukan keahlian dalam persoalan-persoalan substantif, ada baiknya mengenali keahlian. Salah satu bagian yang paling mengecewakan dari negosiasi terjadi karena ketidakmampuan untuk mengambil langkah ini. Kita tidak bisa menjadi ahli dalam segala hal.

Menariknya, ketika media gratis merupakan sarana untuk mengungkapkan status seseorang, saat ini  kita melihat munculnya kombinasi – menjadi aktivitas sehari-hari. Terutama karena kemampuannya mempublikasikan dan mengekspresikan diri dengan biaya murah. Marci Alboher telah menuliskan tentang ini di blognya.

5. Aturan

Anda dapat memilih peran ‘mengisi’ dalam negosiasi dan memilih aktivitas yang sejalan dengan itu. Anda akan tahu peran ‘mengisi’ karena memiliki tujuan yang jelas dan sangat berarti secara pribadi. Ini menggabungkan keterampilan, minat, nilai, dan keyakinan Anda dan saluran ke dalam tugas yang ditangani. Bagaimana Anda bisa mengartikan sebuah situasi?

Perangkap yang menjebak kita adalah bahwa kita memainkan peran dalam merespon orang lain yang juga memainkan peran. Bila tidak, Anda bisa memasuki peran sementara, seperti pendengar, pembujuk, pemecah masalah, penasihat, advokat, kolaborator, pelajar, brainstormer, fasilitator, tamu, pendorong/pembangkit, mentor, kolega, dan lain-lain. Hal ini untuk memperluas peran Anda untuk model perilaku yang Anda cari.

Asumsi tentang peran juga mengurangi kemampuan Anda untuk memakai topi sementara. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang asumsi-asumsi menantang dan untuk mencari jawaban lain, Anda bisa membaca tulisan Roger von Oech.

Percakapan adalah kesempatan untuk mendengarkan dan belajar dan untuk didengar. Umumnya kita menemukan diri kita menegosiasikan posisi dan menghadapi emosi yang kuat dalam proses. Langkah pertama yang diperlukan untuk koneksi adalah tersedianya kesadaran dan pemahaman tentang diri Anda dan orang-orang lain.

Bagaimana menurut Anda? Hal-hal seperti apa yang memberi kontribusi terhadap pemahaman Anda tentang pentingnya negosiasi dalam percakapan?



Thursday, February 3, 2011

Teman Baik dan Mitos Hubungan Dalam Bisnis



Di era demokratisasi media seperti sekarang ini, ada banyak perbincangan tentang hubungan dalam bisnis, dan bagaimana membuat bisnis lebih manusiawi. Dan banyak pula perbincangan tentang bagaimana bisnis perlu menjadi lebih seperti teman, dan cara memperlakukan orang seperti Anda memperlakukan teman-teman Anda sendiri, jika Anda ingin sukses.

Adanya pandangan bahwa bisnis dan klien mereka harus menjadi teman juga, tak salah bila Anda berpikir perlu menghabiskan waktu seharian minum kopi di Starbucks untuk mendapatkan apa pun.

Tapi ada satu hal – bahwa sudut pandang adalah sebuah mitos. Tidak hanya itu, ini bisa juga menjadi sebuah mitos yang berbahaya. Kenapa?

Teman Tidak Selalu Mendatangkan Manfaat

Mari kita lihat pada sudut teman terlebih dulu. Dapatkah Anda memiliki teman di bisnis, atau berteman dengan klien? Pasti, Anda bisa berteman dengan siapa pun. Tapi inilah mengapa tidak seharusnya begitu.

Dengan teman-teman, kita membiarkan kebaikan-kebaikan kita datang. Ketika mereka sedang melampaui masa-masa sulit, kita mendukung mereka. Ketika mereka perlu (meminjam) uang, kita membantu, dan membiarkan mereka membayar kembali ketika mereka bisa. Ketika mereka butuh saran-saran/pemikiran kita, kita ada untuk mereka.

Tapi karena kita membiarkan kebaikan kita datang, kita seringkali tidak mengekangnya kembali.

Mentransfer hal-hal demikian untuk bisnis, di mana baik klien, pemasok (supplier) atau pelanggan, menggunakan layanan Anda tetapi tidak membayar ketika mereka harus membayar. Atau seorang supplier mencomot uang Anda dari sana sini tanpa Anda menyadarinya. Atau mereka berbicara dengan pesaing Anda di ‘belakang’ Anda pada saat Anda sedang bekerja.

Tidak ada persahabatan dalam bisnis. Business is business. Bisnis melakukan apa yang benar bagi mereka pada waktu tertentu, dan memang demikian - itu sebabnya ini disebut bisnis dan bukan sekolahan.

Jika Anda berteman dengan bisnis, Anda dapat menempatkan kesuksesan Anda sendiri dan resikonya panjang karena Anda tidak ingin bertanya terlalu banyak pada teman-teman Anda. Tunggakan faktur tidak ditagih, dan segera bisnis Anda berjuang untuk membayar faktur. Setelah Anda mulai menyusuri alur itu...

Hubungan Tidak Selalu/Akan Berakhir Baik 

Memandang dari sudut hubungan adalah salah satu yang menarik, karena secara jelas kita dapat (dan harus) membina hubungan dalam kehidupan bisnis kita di setiap kesempatan.

Hubungan adalah kunci untuk klien/vendor tetap, dimana berlaku: sekali-terpukul-tidak pernah-bekerjasama-lagi. Hubungan juga merupakan kunci untuk mempromosikan sumber daya terampil yang relevan bagi mereka yang membutuhkan - menyiratkan, Anda merekomendasikan satu klien ke orang lain, atau agen outsourcing untuk klien, dan sebagainya.

Tapi kunci untuk diingat adalah, sama seperti banyak contoh pribadi, hubungan bisa berakhir. Putus pacar, hubungan dengan teman-teman retak, cerai atau hidup terpisah. Semakin dekat hubungan, semakin berat perpisahan. Hal ini bisa membangkitkan sisi buruk dan menebar keluhan, dan itu tidak menyenangkan sama sekali.

Jadi tidak mungkin untuk menggabungkan hubungan persahabatan dan bisnis, bukan?

Batasan Teman Akrab

Di dunia ideal, kita semua akan menjadi teman bersama - orang, bisnis, mantan kekasih, musuh, dll. Dunia akan menjadi tempat yang lebih mudah untuk semua orang jika kita hidup di awan dan meniup gelembung satu sama lain.

Tapi kita tahu bahwa hidup tidak ideal.

Sebaliknya, kita hanya perlu menyadari bahwa kadang-kadang, oke juga untuk tidak berteman. Itu tidak berarti kita tidak bisa bersikap ramah.

Menghormati batasan-batasan. Menghargai bahwa sementara nada dan interaksi bisa ramah, pada saatnya Anda masih dalam bisnis baik untuk membuat klien dan pelanggan sukses, dan berhasil juga.

Menjaga profesionalisme. Saya telah melihat beberapa email klasik karena "persahabatan" - karena persepsi, profesionalisme keluar jendela dari pengirim. Perlu diingat bahwa bisnis adalah usaha profesional, dan jangan mengirim email ke Chief Executive Officer (CEO), lebih baik duduk bersama untuk berbicara.

Memahami seluk-beluk. Sementara kita melihat keluar untuk teman-teman kita tanpa syarat, sering kita tidak dapat menawarkan dukungan yang sama untuk klien, vendor, pelanggan kita. Ketahui di mana titik potongnya dan Anda tahu di mana bantuan dapat dimulai dan berakhir.

Kita semua ingin menjadi berteman. Kita semua ingin memiliki hubungan yang paling menakjubkan. Dan, seringkali, bisa menjadi penyakit (atau mirip dengan itu).

Tapi kita juga ingin sukses - untuk klien kita, pelanggan kita, diri kita sendiri dan keluarga kita yang menggantungkan kita untuk menjaga atap di atas kepala mereka. Jika kita bingung persahabatan dan hubungan dengan hubungan keramahan dan hubungan profesional dalam hal itu, kita berada dalam bahaya kehilangan pandangan dari keputusan penting yang perlu dibuat.

Dan tidak satupun dari kita sanggup melakukan itu.