Tuesday, February 15, 2011

Membangun Kepercayaan Merek di Social Media

 


Membangun kepercayaan di dunia maya (online) tak semudah di dunia nyata (offline). Era teknologi Web 2.0 telah menggeser konsep kepercayaan ke sebuah persoalan rumit. Kemampuan kita membaca ekspresi wajah, gerak tubuh, dan kontak mata tak berlaku untuk dunia teks, avatar, emoticon, e-mail, dan lain-lain. Jadi, bagaimana kita bisa membangun kepercayaan ketika identitas online kita hanya berupa avatar/foto dan beberapa baris teks?

Profesor Judith S. Olson telah melakukan serangkaian riset psikologi melalui pengamatan lapangan terhadap orang-orang yang bercakap-cakap melalui Internet. Dalam risetnya, Olson menemukan bahwa orang-orang cenderung memberi penilaian, dengan atau tanpa informasi yang baik. Contoh kurangnya kemampuan atau reputasi ini, yaitu orang akan membangun keseluruhan profil kepribadian orang lain dari sedikit informasi yang tersedia.

Kemampuan untuk merespon (responsif) adalah kunci untuk komunikasi digital.

Cara Membangun Kepercayaan Merek

Dalam ekonomi baru ada satu kebenaran hakiki dimana kepercayaan sama dengan pendapatan. Jika Anda adalah bisnis/organisasi kecil sampai menengah, itu berarti banyaknya kepercayaan yang bisa Anda bangun diantara orang-orang yang memperkuat merek Anda. Apakah kita berbicara tentang donatur/penyumbang (untuk organisasi nirlaba) atau konsumen (untuk bisnis/perusahaan), ini adalah tentang membangun kepercayaan yang meresap ke dalam sistem pemasaran terintegrasi dengan alat-alat digital dan tradisional. Dimana kesuksesan sejati ditemukan dalam dunia pemasaran.

Dengan kepercayaan menjadikan orang-orang senang, dan karena senang orang-orang pasrah atau memberi dukungan/advokasi. Kepercayaan adalah sebuah balok fundamental dari bangunan merek Anda. Di dunia online, pemasaran dibangun dengan asumsi bahwa kisah/cerita dapat menciptakan ikatan emosional antara konsumen dan merek atau seorang klien dan sebuah pelayanan. Dapatkah Anda menceritakan sebuah kisah, menciptakan pelayanan dan/atau pengalaman yang membangun kepercayaan?

Kyle Lacy memperkenalkan 40 cara membangun kepercayaan merek untuk pemasaran digital yang bisa membantu Anda. Apa saja?

1. Konten

Konten adalah cara pertama Anda dapat membangun kepercayaan dengan klien potensial. Dengan menciptakan konten yang bermanfaat dan penuh ide-ide/gagasan, Anda sedang membangun jembatan untuk kemudian menjual kepada orang-orang yang berada pada pelayanan Anda.

2. Ceritakan Kisah

Cerita-cerita sekitar perusahaan atau organisasi Anda merupakan satu-satunya hal yang membuat perbedaan diantara kompetisi. Biarkan konsumen Anda menceritakan kisah untuk Anda. Orang-orang yang mencintai apa yang Anda lakukan, dan orang-orang yang Anda layani, merupakan sumber terbaik untuk menceritakan kisah perusahaan Anda. Lupakan tentang pernyataan misi dan visi, bertanyalah ke konsumen Anda.

Industri nirlaba harus menjadi yang terbaik dalam menceritakan kisah mereka, dan menghidupkannya setiap hari! Ceritakan kisah. Beri umpan aspirasi ideal dari orang-orang yang terlibat dalam merek Anda, Anda akan melihat hasilnya.

3. Transparan

Ini berhubungan dengan konten atau bagaimana Anda menggunakan jaringan sosial tertentu. Jadilah manusiawi. Orang-orang yang tertarik pada pikiran dan saran Anda ingin tahu tentang Anda sebagai pribadi. Mereka tidak peduli tentang jumlah penjualan yang Anda miliki atau jumlah diskon yang bisa Anda berikan ke mereka, untuk perluasan. Mereka ingin tahu bagaimana cara Anda membantu orang lain, sebagaimana mereka adanya. Sekali lagi, ceritakanlah kisah.

4. Gambarkan Keseharian Anda

Bila Anda menggunakan jaringan sosial pastikan Anda memasang foto kehidupan sehari-hari Anda. Jika Anda memiliki ponsel dengan kamera, ambil beberapa foto/gambar dari rutinitas harian Anda dan membaginya dengan koneksi Anda. Hanya saja jangan berlebihan. Fokuskan pada kegiatan bisnis profesional atau momen-momen menarik sehari-hari.

Umpankan juga ke dalam aspek aspirasi untuk industri nirlaba.

5. Pasang Foto Anda

Pasang foto/gambar Anda yang sesungguhnya. Jangan menggunakan logo Anda. Kecuali jika Anda menggunakan Twitter untuk bisnis Anda dan juga pribadi. Juga, jangan pasang foto-foto kuno atau usang. Semua akan tahu Anda berbohong, dan satu-satunya orang yang coba Anda tipu adalah diri Anda sendiri.

6. Ucapkan Terima Kasih

Jika seseorang membantu Anda berbagi informasi atau memutuskan me-retweet sebuah postingan, pastikan Anda berterima kasih kepada orang tersebut. Mereka membantu Anda menyebarkan berita, mereka adalah penyebar online Anda. Jika Anda melewatkan ucapan terima kasih, jangan biarkan hal itu membunuh Anda. Cobalah untuk membuat sebagian besar orang yang membantu Anda merasa dihargai.

Hal tersebut, tentu saja, untuk bisnis/organisasi kecil-menengah. Namun, untuk bisnis/organisasi yang lebih besar, pastikan Anda mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang benar-benar terlibat dalam proses.

7. Jangan Mengotomatisasi Pesan Langsung

Ini berlaku di Twitter. Siapapun tidak akan suka dengan hal ini. Cara-cara seperti ini hanya akan membuat spam bagi mereka.

8. Bukan Penjualan Mati-matian

Saya tidak peduli tentang e-newsletter Anda, produk baru yang Anda jual, atau kampanye akhir tahun. Juga, hanya karena saya membalas tweet atau pesan bukan berarti Anda bisa mengirim pesan balik kepada saya dan menjual barang-barang Anda. Media sosial adalah proses menjual jangka panjang. Anda sedang mengembangkan konten dalam rangka untuk mendapatkan pesanan dan kepercayaan orang-orang di wilayah pengaruh Anda. Kita sekarang mengalami sebuah hubungan yang didorong ekonomi.

9. Proses Itu Penting

Ingat bahwa Anda sedang membangun hubungan, jangan mempercayai orang-orang yang mengatakan kepada Anda untuk menambah 1023920 teman dan menghasilkan Rp 100 juta per bulan. Ini adalah omong kosong. Bangun orang-orang yang mengikuti Anda secara perlahan-lahan, menciptakan hubungan dalam lingkungan online yang bisa ditransfer ke offline.

Dan ingat untuk mengintegrasikan sebanyak mungkin yang Anda bisa. Cobalah untuk menarik pengikut-pengikut Twitter dan Facebook  Anda ke email newsletter atau kampanye direct mail Anda.

10. Kritik Itu Penting

Anda akan dikritik. Ini adalah kebenaran dari komunikasi terbuka. Tindaklanjuti dengan langkah dan merespon. Jika Anda diperdebatkan, pastikan Anda menanggapi. Pertahankan untuk apa yang Anda percayai dan Anda akan mendapat kepercayaan dari orang-orang yang mendengarkan, dan menyaksikan.

11. Bersenang-senang

Ya Tuhan, apakah itu sulit? Anda memiliki kemampuan untuk terhubung dengan ribuan dan ribuan dan ribuan orang dari setiap bangsa di dunia, dengan berbagai pengalaman hidup. Bayangkan saja kemampuan Anda untuk memperluas basis pengetahuan Anda, dan belajar?!

Tambahan, jika Anda tidak menikmati dan bersenang-senang dengan apa yang Anda lakukan...tinggalkan...dan temukan sesuatu yang lain.

12. Kirim Catatan

Orang-orang mengucapkan terima kasih setiap hari melalui media sosial. Jika saya perlu berterima kasih kepada seseorang, biasanya saya mengirim pesan atau email. Sangat jarang untuk mendapatkan kartu ucapan terima kasih melalui pos dari seseorang di media sosial. Dalam hal membangun kepercayaan,  dan letakkan diri Anda secara terpisah!

13. Postingan Tamu di Blog Lain

Ada saat-saat ketika Anda bisa menulis postingan yang berbeda untuk blog lain dalam rangka untuk menjangkau khalayak baru. Ini akan membantu Anda membangun kepercayaan dan kesadaran merek jika konten Anda dibagi di situs lain selain blog Anda sendiri. Ini menunjukkan orang lain percaya pada konten Anda.

Juga, Anda memiliki kemampuan untuk terhubung dengan sekelompok orang yang lain, itulah kekuatan.

14. Kirim Survei Secara Acak ke Klien atau Pembaca Anda

Ada banyak situs yang memiliki layanan untuk mendesain dan mendistribusikan survei. Adalah penting bahwa Anda meminta pembaca dan klien Anda untuk berkontribusi pada proses perencanaan bisnis melalui media sosial. Adalah penting bahwa Anda tahu apa yang mereka pikirkan, Anda juga ingin mereka mengerti Anda peduli.

15. Sadar Terhadap Rangking Mesin Pencari

Jika klien atau calon klien meriset media sosial dan nama Anda diperingkat untuk istilah pencarian...Anda sedang membangun kepercayaan. Periksa lagi Optimisasi Mesin Pencari (Search Engine Optimization/SEO) jika Anda menginginkan bantuan dalam dunia pemasaran mesin pencari.

16. Berkomentar di Blog Lain

Berkomentar di blog dan website memungkinkan nama Anda dan ide-ide yang akan tersebar dengan sangat cepat. Ini adalah cara lama dalam hal pemasaran di Internet, diketahui seluruh dunia jika Anda memposting komentar, Anda akan menerima lebih banyak trafik. Posting komentar paling tidak 1-2 kali seminggu di blog favorit Anda.

17. Terlibat Dalam Komunitas dan Berbagi Sosial

Pengembangan komunitas dan partisipasi adalah kunci ketika membangun bisnis. Komunitas baik online atau offline yang mendorong bisnis untuk setiap pemilik usaha kecil. Terlibat dalam komunitas Anda dan berbagi keterlibatan Anda di media sosial. Ini bisa berarti bahwa Anda berbagi foto/gambar saat menghadiri acara penggalangan dana di Twitter atau Facebook. Anda juga dapat ikut terlibat dengan komunitas Cause melalui Facebook.

18. Responsif Dalam Penggunaan Media Sosial

Prof. Olson memberikan sebuah gambaran, ketika hanya teks yang tersedia, partisipan menilai sesuatu dapat dipercaya berdasarkan seberapa cepat orang merespon. Jadi, misalnya, lebih baik untuk menanggapi pesan-pesan lama di Facebook, mengetahui bahwa Anda menerima pesan, dan segera membalasnya. Daripada menunggu sampai ada waktu untuk mengirim pesan secara detail. Menunggu terlalu lama dan Anda akan diberi label "tidak membantu" bersamaan dengan serangkaian sumpah serapah lain yang memenuhi pikiran mereka.

Penting untuk diingat bahwa menjadi responsif sangat bagus. Ketika suatu masalah sedang terjadi di media sosial, ya itulah yang terjadi...sekarang.

Masih ada perdebatan tentang apakah konten media sosial mengubah persepsi merek untuk publik yang mengkonsumsi. Ada atau tidak perubahan data penjualan masih penting untuk membangun sebuah model pelayanan konsumen untuk konsumsi media sosial perusahaan/organisasi Anda.

19. Jangan Berlebihan Membagi Konten

Kita ingin tahu apa yang Anda lakukan tetapi kita benar-benar tidak tahu apa yang Anda lakukan, apakah itu masuk akal? Ketika ada konten yang begitu banyak bisa Anda bagi setiap hari. Sayangnya tidak ada hukum (aturan) yang benar yang berlaku untuk setiap situs jejaring sosial. Kyle dalam bukunya berjudul “Twitter Marketing for Dummiemenulis tentang aturan 4-1-1, yaitu untuk setiap enam potong konten yang Anda bagi: 4 harus dari orang lain, 1 harus konten Anda, 1 harus konten dari industri Anda.

20. Profil Mudah Ditemukan

Adalah penting bahwa profil sosial Anda mudah ditemukan ketika seseorang mencari Anda, baik melalui Google, Twitter dan Facebook. Anda bisa menggunakan taktik SEO.

21. Buat Grup Facebook untuk Lingkaran Kepercayaan Anda

Kita semua memiliki lingkaran orang-orang yang kita percaya untuk berjejaring dan mendorong bisnis kita. Kyle memberi contoh ia memiliki kelompok terdiri 10-15 orang yang dia minta untuk mengarahkan terus menerus dan dia membantu menjembatani mereka untuk penjualan dan pengembangan bisnis. Buat Grup facebook untuk membantu mendorong 24/7 (24 jam/7 hari) percakapan antara kelompok. Hal ini penting untuk menciptakan hubungan lebih dalam dan bermakna dengan pendukung inti Anda. Anda harus terlebih dahulu memahami fungsi baru Grup Facebook.

22. Kembangkan Pesan yang Jelas untuk Dunia Digital

Menurut Edelman's Trust Barometer Survey 2011, merek dan perusahaan perlu mengembangkan pesan yang jelas dan kemudian mendapatkan “para ahli” internal dan eksternal untuk menyampaikan pesan-pesan positif. Para ahli harus cukup populer dimana postingan-postingan mereka akan bisa ditemukan oleh konsumen yang melakukan pencarian merek atau produk. Dengan demikian, hubungan bangunan dengan influencer menjadi semakin penting bagi merek/perusahaan/organisasi.

23. Mulai Berpikir tentang Pemasaran PlayList

Kita sekarang berada di Era Playlist dimana orang-orang memilih hanya apa yang mereka paling inginkan dan bukan "Toko". Atau jika tidak, mereka memilih dari pilihan personalisasi yang disajikan berdasarkan hubungan yang telah dibuat, dihargai dan diperkuat.

Dengan demikian, kita semua belajar untuk mengaitkan pilihan-pilihan tersebut (produk dan jasa) dengan merek. Para Psikolog menyebut aktivitas ini "membingkai" dan otak tidak melepaskan objek-merek dan asosiasi-pelayanan; sekali dibingkai, kita percaya tidak ada penggantinya.

24. Memahami Siapa, Bukan Berapa Banyak

Dunia ini penuh dengan hiruk pikuk informasi: pesan masuk, pilihan, fitur, kebutuhan-kebutuhan dan media. Dengan melimpahnya informasi menjadikan miskinnya perhatian. Meskipun kita tidak bisa mengubah lingkungan ini, kita bisa beradaptasi. Untuk melakukannya, kita bertanya "siapa dan mengapa?" bukan "berapa banyak dan kapan?"

Orang-orang tidak sebatas hanya dalam segmen rumah tangga, tetapi individu-individu dengan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, minat dan gairah yang unik. Mereka hanya menjadi berkomitmen, pendukung setia dan menjadi bagian dari apa yang Anda lakukan ketika mereka melihat misi organisasi Anda sebagaimana dibutuhkan.

25. Investasi di Website Anda

Website/blog Anda adalah (atau seharusnya) titik sentral semua komunikasi Anda. Anda ingin website Anda menjadi titik fokus untuk kebutuhan memimpin generasi atau generasi penderma. Apakah Anda memiliki sistem manajemen konten yang bekerja untuk perusahaan Anda? Apakah Anda memiliki alat pengarah tangkapan yang diperlukan untuk menyaring kunjungan ke situs Anda? Jika Anda menjawab tidak untuk kedua pertanyaan tersebut, lakukan dua hal: temukan sebuah perusahaan web desain baru dan investasikan uang Anda di tembok dan mortar online Anda!

26. Berbagi Rencana dengan Dunia

Perkataan terbaik Rohit Bhargava di postingannya berjudul Building Trust: 6 Ways to Get People to Believe You Online,adalah:

Jika Anda berpikir tentang hubungan Anda dalam kehidupan nyata, ketika orang berbagi cerita lebih banyak mengenai apa yang mereka pikirkan dan berencana untuk melakukannya, Anda merasa lebih terlibat dengan mereka. Menceritakan secara mendalam adalah cara bagus untuk membangun kepercayaan.

27. Fokus Pada Komunitas Konten Daripada Teknologi

Kita telah membicarakan tentang konten menjadi raja di dunia Internet. Penting untuk fokus pada orang-orang yang dapat membuat konten untuk Anda untuk melanjutkan pesan Anda di ruang online. Memiliki dasar konten dan orang-orang yang baik adalah kunci untuk media sosial Anda dan kesuksesan pemasaran digital. Komunitas konten Anda adalah di mana Anda berfokus pada cerita, daripada teknologi.

28. Gunakan Komunikasi Pasif dan Aktif

Ada dua jenis model komunikasi yang dapat digunakan di ruang media sosial: konten pasif dan aktif. Pastikan untuk membangun konten yang harus dilakukan dengan kedua jenis komunikasi.

Kekuatan terbesar dari media sosial dalam hal membangun kepercayaan jangka panjang adalah bahwa komunikasi dua arah dapat pasif serta aktif, dan antara dua individu yang duduk di sudut dunia yang berlawanan. Kuncinya adalah, orang harus mendengarkan, berasimilasi, dan kemudian merespon dengan sesuai.

29. Saran/Nasehat

Sebelumnya, kita membahas tentang katakan “tidak” untuk menjual secara mati-matian dan saya ingin menyambungkan pada informasi yang sedikit lebih juicy untuk Anda. Alih-alih menjual barang-barang, menjadi penasihat kepada massa yang berinteraksi dengan Anda dan konten Anda. Memberi nasihat tentang cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan mengajarkan orang, dibanding menjual ke orang-orang.

30. Gunakan Hadiah untuk Keterlibatan Konsumen

Sah-sah saja untuk menggunakan, melacak, dan melakukannya pada kupon eksklusif untuk konsumen bisnis ritel dan layanan. Hal ini untuk konsumen yang telah meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan merek Anda di media sosial. Berikan orang alasan untuk terus berinteraksi (pada top konten).

31. Tanggapi dengan Baik Hati untuk Komentar Negatif

Perkataan terbaik Women Grow Business tentang membangun kepercayaan:

Hanya diam saja atau menunjukkan sikap bertahan (defensif) lebih banyak ruginya daripada baik. Tanggapilah dengan luwes, melihat apakah ada sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki masalah. Sering kali ada solusi, dan pengeluh Anda akan menghargai telinga yang mendengar dan hati yang penuh pengertian.

32. Merasa Bodoh

Dunia media sosial berubah begitu cepat dimana hal itu akan (dan) sulit bagi kita semua untuk mengikutinya! Boleh saja menjadi merasa bodoh dan ambil risiko! Jika Anda tidak tahu apakah ide atau potongan konten akan relevan untuk pengikut-pengikut Anda, berbagi lah apapun juga. Anda mungkin saat ini terkejut.

33. Promosikan Mitra dengan Konten Anda

Starbucks mengajarkan kita semua bahwa berbagi jenis konten lain di jaringan Anda adalah kunci untuk pengembangan merek. Starbucks Digital Network mereka telah menjadi tempat berkembangbiaknya musik, dokumenter, materi pendidikan, dan pendidikan produk di toko mereka. Howard Schultz mengatakan hal ini tentang revolusi Starbucks:

Jika Anda memberi kepada pelanggan pemahaman tentang apa nilai-nilai Anda, dan mereka berbagi nilai-nilai tersebut, dan mereka mempercayainya, mereka akan membayar premi.

34. Gunakan Transparansi Taktis


Transparansi taktis berarti penggunaan alat-alat media sosial untuk membiarkan merek bicara secara otentik tentang produk dan layanan mereka kepada komunitas mereka. Ini adalah perilaku sekaligus filsafat. Anda tidak harus mengungkapkan secara penuh tentang merek atau organisasi Anda untuk mendapat keotentikan atau kepercayaan yang tumbuh, tetapi Anda harus menunjukkan ke khalayak Anda bahwa Anda mendengarkan dan bahwa Anda berada di tempat-tempat online, di Facebook, MySpace, dan sebagainya, di mana mereka menghabiskan waktu mereka.

35. Tulis Artikel Daripada Iklan

Iklan (baik iklan banner atau iklan surat kabar) mengundang ketidakpercayaan dalam masyarakat yang mengkonsumsi. Tulis artikel dan ulasan-ulasan untuk penerbit. Kita berbicara tentang keahlian Anda dan beberapa promosi di jaringan blog, majalah, dan surat kabar.

36. Gunakan Rekomendasi Linkedln

Rekomendasi adalah bentuk alat tukar menukar (mata uang) di dunia LinkedIn. Konsep yang sama berlaku untuk koneksi yang Anda tambahkan ke resume Anda untuk membangun legitimasi dengan apa yang Anda klaim.

37. Selalu Jaga Janji Anda

Ingat bahwa ada dua jenis janji yang Anda buat sebagai pemilik bisnis atau profesional bisnis. Anda berjanji merek Anda dan reputasi merek Anda telah diakui pasar. Anda harus menampilkan dua janji dalam konten yang Anda bagi. Jika Anda adalah merek profesional dengan harga diri dan telah bertahan bertahun-tahun, buat konten yang mencerminkan janji dan reputasi tersebut.

38. Standar Izin Ketat pada Email Pemasaran Anda

Ana Lucia Novak mengatakan:

Jangan pernah mencoba untuk mengelabui orang untuk memilih hal-hal tertentu. Anda perlu mendapatkan izin jelas untuk mengirimkan segala sesuatu yang Anda ingin sampaikan melalui kampanye pemasaran email Anda. Terakhir, wajibkan semua pelanggan email baru untuk mengkonfirmasi keputusan mereka untuk memilih melalui tindakan kedua. Hal ini dapat dilakukan dengan menginstruksikan mereka untuk mengklik pada link konfirmasi yang terletak di email pertama Anda.

39. Ingat Jaminan Transaksional

Blog AimClear mengatakan tentang membangunan kepercayaan dan kredibilitas secara instan:

Apakah Anda tahu 70% dari orang yang meninggalkan keranjang belanja online, terutama karena kurangnya kepercayaan?

Simbol-simbol kepercayaan kuat. Jika Anda memiliki lencana kepercayaan, tampilkan secara mencolok di situs Anda (tidak hanya halaman checkout Anda), di mana orang dapat melihatnya dan merasa yakin. Juga, buat metode pembayaran Anda terlihat di mana-mana di situs Anda.

40. Ingat Definisi Kepercayaan

Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai ketergantungan perusahaan pada kemampuan, integritas, atau karakter dari seseorang atau sesuatu. Juga, ingat bahwa kepercayaan adalah kondisi dan mengakibatkan kewajiban untuk memiliki kepercayaan yang ditempatkan pada sesuatu.

Kepercayaan bisa menjadi hal yang kuat jika dibangun dengan cara yang benar dalam dunia pemasaran dan pembangunan  interaktif, digital, dan media sosial. Ini adalah sumber sejati seorang pelanggan, donatur, dan konstituen yang merasa senang.


No comments :

Post a Comment